Selasa, 03 September 2013

Lomba Dance SMA/SMK - FestiFrance 2013


Salut!
Bagi kalian para pelajar SMA/SMK yang memiliki hobi di bidang tari, FF ada kabar baik untuk kalian. Yup, FF akan mengadakan Lomba Dance untuk tingkat SMA/SMK. Hadiahnya: 1 juta rupiah!
Dare to join?
Mark Your Calendar!
Rabu, 13 November 2013
Auditorium Gd. IX FIB UI
Pukul 14.00-18.00 WIB

Read The Terms!
·         Tim dance beranggotakan 3-7 personil. Setiap personil tidak harus berasal dari satu sekolah atau lembaga pendidikan.  Biaya pendaftaran Rp 75.000,00/ tim.
·         Durasi tarian berkisar antara 5-10 menit.
·         Aliran tarian ialah hip hop. Lagu tarian boleh campuran, tapi harus ada min. 1 lagu berbahasa Prancis. Contoh lagu berbahasa Prancis :
The mess - Au top
TAL - Sens De La Vie etc
Yelle - Safari Disco Club
Corneille - Copilot
Corneille & La Fouine - Des Peres Des Hommes
Corneille - Le Jour Apres La Fun Du Monde
Jean Jacques G - Au Bout De Mes Reves
Joyce Jonathan - Pas Besoin De Toi
·         Technical meeting akan dilakukan pada hari Jumat, 1 November 2013 pukul 16.00 di kampus FIB UI.
·         Lomba penyisihan akan diadakan pada Rabu, 13 November 2013, bertempat di Auditorium Gedung IX, kampus FIB UI.
·         Pendaftaran dan penyerahan formulir dibuka dari 1 September hingga 29 Oktober 2013.
·         Kirim formulir (dapat diunduh di blog ini) ke bunga.juliaristi@gmail.com dengan SUBJECT: Registrasi Dance FF 2013
·         Biaya pendaftaran : Rp. 75.000/tim.
Biaya pendaftaran dikirimkan ke rekening Mandiri
A/N.  Bunga Juliaristi Putri
No. Rek 128-00-0587886-0
Setelah proses pembayaran, harap konfirmasi ke contact person kami.

Win The Competition!
Juara 1 berhak mendapatkan uang sebesar 1 juta rupiah.
Juara 2 berhak mendapatkan uang sebesar 700 ribu rupiah.
Juara  3 berhak mendapatkan uang sebesar 500 ribu rupiah.

Ketiga pemenang tersebut juga berkesempatan untuk tampil di acara penutupan FestiFrance 2013 pada hari Jumat, 15 November 2013.
Tunggu apa lagi? Yuk ikutan!
Unduh formulir serta peraturan lombanya di sini!
http://www.mediafire.com/view/m1p1q24rq7wlldq/Peraturan_Lomba_Dance_SMA_SMK_-_FestiFrance_2013.docx
http://www.mediafire.com/view/vtkhlbnz0uhqhbt/Form_Pendaftaran_Lomba_Dance_SMA_SMK_-_FestiFrance_2013.docx
CP:
Kezia     0812 1892 9825
Ruth      0889 1445 125

Jumat, 16 Agustus 2013

BAZAAR FESTIFRANCE 2013: Let's Grab The Chance!


Salut, les amis de FestiFrance 2013!

FestiFrance membuka kesempatan bagi kalian yang memiliki usaha untuk berpartisipasi dalam Bazaar FF. Bazaar akan diselenggarakan pada 13-15 November 2013, bertempat di parkiran outdoor Gedung IX FIB UI.

Di sini, kamu bisa membuka stand untuk menjual makanan, baju, aksesoris.... semua! Mari, salurkan bakat dagangmu! Let's join the vibe!

Harga per stand?
Rp 700.000,00 untuk umum
Rp 350.000,00 untuk mahasiswa UI
FF memperbolehkan untuk satu stand diisi oleh dua penjual. Jadi, sistem patungan juga diterima, lho! Seru, ya!

Fasilitas yang didapatkan?
-tenda berukuran 3x3
-lampu
-listrik
-2 kursi dan 1 meja

Tertarik? Yuk, bergabung di bazaar FestiFrance 2013! Pendaftaran dibuka sampai 31 Oktober 2013.
Jangan sampai kelewatan, ya!

Untuk pendaftaran dan info lebih lanjut, hubungi:
Jeanett 082125281458 / 22572FAB
Nurul  081317895073 / 277E5A07
@FestiFrance2013
#FF2013

Senin, 22 Juli 2013

La Citation: Pierre Corneille

Sebuah kalimat dalam drama Le Cid, karya Pierre Corneille. Beliau merupakan seorang sastrawan besar di Prancis pada tahun 1636.
Bagaimana? Bagi kalian yang belum move on dari, ehm, mantan kekasih ataupun mengejar cinta seseorang yang tidak kunjung juga memberikan sinyal pada kalian... Bersemangatlah! Jangan sia-siakan diri kalian hanya untuk seseorang. ;)

Musique de La Semaine : Les Autres par Abd Al Malik

 
Salut!
Musique de La Semaine kali ini akan memberikan ulasan lagu Les Autres, yang dinyanyikan oleh Abd El Malik. Tapi, min, saya nggak bisa bahasa Prancis. Saya nggak ngerti Malik ngomong apa sih? Tenang, di bawah akan diberikan penjelasan singkat mengenai isi lagu ini. Belum tahu lagunya? Sila dengarkan di sini.

Abd Al Malik, yang lahir dengan nama Régis Fayette-Mikano adalah seorang penyanyi rap di Prancis. Lahir di Paris, pada 14 Maret 1975, dari orang tua yang berdarah Kongo. Pada tahun 1977 hingga 1981, ia tinggal bersama orang tuanya di Brazzaville, Kongo, sebelum pada akhirnya mereka pindah ke Prancis dan tinggal di sebuah HLM yang terletak di daerah Neuhof, Strasbourg.

Beliau pernah terlibat dalam beberapa masalah kriminal, pasca perceraian orang tuanya yang membuatnya kehilangan sosok Ayah. Ia hidup dalam tekanan  yang cukup berat akibat masalah ekonomi dan keluarga, ditambah dengan lingkungan di banlieue yang cukup kental dengan masalah kriminalitas,. Malik pernah terlibat dalam penjualan obat-obatan terlarang serta pencurian kendaraan.
Semenjak kematian temannya akibat OD, ia memutuskan untuk meninggalkan dunia hitam yang membelenggunya. Malik mencoba menyalurkan keresahannya denggan menulis dan menyanyi. Ia bahkan mampu menyelesaikan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi.

Pada tahun 1988, bersama saudara  dan sepupunya, ia membentuk grup rap bernama N.A.P. Inilah awal karirnya di dunia musik Prancis. Salah satu lagu buatannya, yang bercerita tentang masalah diskriminasi, yakni Les Autres, mampu menembus angka penjualan yang cukup tinggi di Prancis. Berikut ini adalah lirik dari lagu Les Autres:


Les autres, les autres, c'est pas moi c'est les autres....


Moi, moi quand j'étais petit, j'avais mal
c'était l'état de mon esprit, je suis né malade
sur l'echelle de Richter de la misère, malade ça vaut bien 6
quelques degrés en dessous de là où c'est gradué "fou"

J'étais voleur et avant d'aller voler, je priais
je demandais à Dieu de ne pas me faire attrapper
je lui demandais que la pêche soit bonne
qu'à la fin de la journée, le liquide déborde de mes poches
bien souvent, j'ai failli me noyer, j'ai été à sec aussi, souvent....
quand je croisais papa, le matin, aller travailler avec sa 102 bleue
en rentrant, le matin, de soirée, j'me disais "c'est un bonhomme mon vieux"
ensuite, j'me faufilais dans mes couvertures et j'dormais toute la journée
le style "Vampire" dormir la journée et rôder une fois le soleil couché
le genre de prédateur à l'envers, le genre qui à la vue d'un poulet meurt de peur
je ne me suis jamais fait prendre, et si j'avais été pris, aux keufs, j'aurais dit....

J'étais beau-parleur et je souriais aux filles en jean's avec de grosses ceintures
celles qui aiment bien l'odeur que degagent les gars
qui ont la reputation d'être des ordures
le genre à jurer sur la vie de sa mère dès qu'il ouvre la bouche
rêve de BMW pour asseoir à la place du mort celle qui couche
dans mon monde, un mec comme moi, c'est le top
j'aurais été une fille, on m'aurait traité de sal....
quand je croisais ma soeur avec ses copines dans le quartier
moi, qui allait en soirée, j'lui disais "rentre à la baraque !, va faire à bouffer !"
ensuite, j'allais rejoindre mes copines, celles qui me faisaient bien délirer
celles qui, comme moi, avaient un pére, une mère
peut-être bien des frères et soeurs qui sait.....
mais moi, du genre beau parleur à l'endroit, sans foi ni loi
mais c'était pas moi le chien, mais....

Et puis du jour au lendemain, j'ai viré prêcheur
promettant des flammes aux pêcheurs et des femmes aux bons adorateurs
comme si Dieu avait besoin de ça pour mériter qu'on l'aime
mais moi, moi pour que les autres m'aiment, moi
moi, j'en ai dit des choses pas belles et j'en ai acceptées aussi
on m'a dit "t'es noir, tu veux te marier avec elle, mais t'es noir...."
les autres y disaient comme ça, qu'elle était trop bien pour moi
donc moi, moi j'faisais de la peine à voir
moi, j'continuais ma parodie, mon escroquerie spirituelle
sauf que, j'me carottais moi-même, j'étais devenu un mensonge sur pattes
qui saoule grave et qui sait même pas ce qu'il dit
qui voit même pas que c'est un malade et qui dit comme ça
tout le dit y dit comme ça....

Et je vous dis monsieur, je vous dis monsieur,
quand je pense à tout ça, je pleure



Lagu ini bercerita tentang seorang lelaki berkulit hitam yang tinggal di Prancis, yang merepresentasikan Malik dan juga lelaki berkulit hitam lainnya. Mereka mengalami krisis identitas, dan juga terbelit dalam masalah kriminalitas akibat kemiskinan. Sudah bukan rahasia lagi bahwa orang-orang kulit hitam di Prancis identik dengan buruh, pelaku kriminal.
Mereka juga mengalami masalah diskriminasi seperti yang terdapat pada potongan kalimat ini: t'es noir, tu veux te marier avec elle, mais t'es noir.... (Anda berkulit hitam, Anda sangat ingin menikah dengan gadis itu, tetapi ingatlah, Anda berkulit hitam...), yang menunjukkan betapa orang berkulit hitam berada pada kasta yang rendah di Prancis dan kurang dihargai.


Hal yang  cukup menarik dan kontradiktif dalam lirik ini terdapat dalam kalimat, J'étais voleur et avant d'aller voler, je priais, je demandais à Dieu de ne pas me faire attrapper. (Saya adalah seorang pencuri, dan sebelum pergi untuk mencuri, saya memohon kepada Tuhan, agar jangan sampai saya tertangkap)
Kita semua tentunya tahu bahwa mencuri adalah perbuatan yang dilarang dengan agama. Tetapi, tokoh "aku" seakan tidak punya pilihan lain kecuali memohon kepada Tuhan, agar ia tidak tertangkap. Ia masih percaya bahwa Tuhan akan melindunginya dari hal-hal yang tidak diinginkannya. Ia mencuri karena ia tidak punya uang, untuk bertahan hidup.



Jadi bagaimana, teman-teman? Lagu yang cukup menarik bukan? Tidak hanya sebuah lagu rap yang bisa menjadi penghibur, tetapi juga sebuah renungan tentang betapa hidup penuh dengan dilema dan dengan permasalahan. Terutama, ketika kita tidak punya cukup uang untuk hidup layak dan dianggap sebagai "orang lain", bahkan di tempat yang kita anggap rumah. :)

Rap: Ketika Musik Bukan Sekedar Media Hiburan

Salut! Tahukah teman-teman, apa sih sebenarnya rap itu?

Rap. Genre tersebut pasti sudah tidak asing lagi bagi kalian. Umumnya, kita lebih banyak mengenal musisi rap dari AS daripada Prancis. Padahal, musisi-musisi rap dari Prancis juga tidak kalah keren, loh! Sebut saja Abd El Malik, Diam’s, Sinik, dan Rohff.

Musik rap sebenarnya merupakan musik yang berasal dari AS, berakar dari hip hop Amerika. Keadaan sosial dan budaya masyarakat banlieue membuat musik rap Prancis memiliki ciri khasnya sendiri, yang membedakannya dari rap ala AS. Lagu rap Prancis kebanyakan menyinggung masalah sosial dan identitas.

Rap secara harfiah berarti berbicara cepat, kasar, dan keras (to rap / parler sèchement). Bahkan ada pula yang menyebutnya sebagai singkatan dari rhytme et poem. Bagi para imigran di banlieue, musik rap dianggap mewakili mereka yang penuh dengan semangat menggebu-gebu untuk mengkritisi keadaan di sekitarnya.

Cyril Trimaille, dalam artikelnya Rap Francais, Humour et Identite(s), mengatakan bahwa rap menawarkan model sosialisasi dan jalur profesional alternatif yang dapat membuat pelakunya keluar dari “kekacauan”. Lagu rap menawarkan model identifikasi positif terhadap anak-anak muda yang biasanya selalu digambarkan dalam stereotip negatif sebagai kelas buruh atau “pengacau” (Dian Kartini Lasman dalam Representasi Identitas Kaum  Muda Imigran Prancis dalam Lagu-Lagu Rap Karya Rohff) .

Nah, kira-kira, seperti itulah gambaran singkat dari musik rap Prancis. Ingin tahu seperti apa contoh musik rap Prancis? Nantikan artikel terbaru dari kamu, ya! À bientot!

Sabtu, 20 Juli 2013

Banlieue, Qu'est-ce que c'est?


Salut!

Sudah tahu kan bahwa tahun ini, Festi France kembali hadir dengan tema La Culture Qui Vient de Banlieue dan mengangkat seputar cerita dan sketsa dari daerah pinggiran Prancis? Bila mendengar kata "pinggiran", pikiran kalian pasti akan langsung melayang pada sebuah daerah yang kumuh, dengan tingkat kejahatan tinggi dan keruwetan kota yang lebih menyebalkan dibanding Jakarta pada Jumat sore.

Seperti yang telah disinggung dalam artikel sebelumnya, banlieue bukanlah sekedar cerita mengenai diskriminasi dan sisi gelap negara Prancis. Nah, artikel singkat ini akan menjelaskan mengenai apa itu banlieue dan serba-serbi dari banlieue itu sendiri. Percayalah, bila dilihat dari sisi yang berbeda, banlieue juga tak kalah  cerita dibanding La Ville Lumiere :').

Pada abad ke-19, Prancis menerima kedatangan imigran secara besar-besaran, akibat perkembangan industri. Pasca PD II, Prancis mencoba memulihkan diri dan kembali menerima gelombang besar imigran, terutama dari Afrika. Pada saat itu pula Prancis mulai mengalami masa kejayaan  selama 30 tahun, yang biasa disebut Les Trente Glorieuses.




Lama kelamaan, imigran menjadi sebuah masalah yang cukup pelik bagi pemerintah, terlebih dengan adanya krisis minyak tahun 1974. Pemecatan pekerja terjadi di banyak tempat, dan tentunya para imigran, yang sebagian besar adalah tenaga kerja tak terdidik, yang menjadi korban. Presiden Prancis kala itu, Valery Giscard membatasi jumlah imigran yang ada, sehingga pada tahun-tahun tersebut, jumlah imigran yang masuk di Prancis tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, kebanyakan imigran merupakan keluarga dari imigran yang telah tinggal di Prancis sebelumnya (regroupement familial)




Kota-kota besar yang sudah dipadati penduduk tak mampu lagi menampung imigranyang terus bertambah. Pemerintah pun berinisiatif untuk membuat pemukiman penduduk di pinggiran kota, yang lebih murah dibandingkan pemukiman di tengah kota. Para imigran yang tak memiliki pendapatan besar tentunya memilih untuk tinggal di sana. Disinilah dimulai beberapa masalah terkait dengan daerah pinggiran kota di Prancis (bidonville, daerah kumuh), seperti masalah kriminal dan kenakalan remaja yang berakar dari permasalahan ekonomi, juga masalah sanitasi dan kebersihan.

Permasalahan pemukiman ini pun cukup menyita pikiran pemerintah di Prancis, sehingga mereka memutuskan untuk mendirikan HVS (Habitat et Vie Sociale) pada tahun 1973, yang melahirkan sebuah hasil yang bernama HLM (Habitation à loyer modére), yakni hunian dengan sewa ringan, bebas pajak, dan tentunya dapat dicicil.

Ternyata, hal ini tidak juga menyelesaikan masalahyang terjadi di bidonville. Pada 1976, bidonville dihancurkan, diganti dengan les cites de transit atau kota perpindahan. Usaha pemerintah untuk memperbaiki daerah pinggiran tak hanya berhenti disitu. Pada tahun 1977, pemerintah meluncurkan rencana pembangunan banlieue. Banlieue inilah yang hingga kini identik dengan daerah-daerah pinggiran kota besar Prancis, daerah-daerah yang kebanyakan diisi oleh para imigran (ban: tertinggal, lieu: tempat)




Anak-anak imigran tumbuh besar, kebanyakan merupakan generasi kedua ataupun ketiga yang sedari lahir sudah tinggal di Prancis, dan lebih mengenal diri mereka sebagai orang Prancis. Namun, mereka tetap tidak bisa melepaskan identitas tanah leluhur mereka akibat stereotip dan budaya asal yang masih dipegang para orang tua. Konflik identitas semacam inilah yang kemudian menghasilkan budaya unik di antara mereka, seperti grafiti, musik rap dan rai, serta gaya berbicara dan juga bertingkah laku yang khas. Selain sebagai sarana hiburan dan eksistensi diri, hal tersebut juga digunakan sebagai media untuk bersuara dan menyalurkan aspirasi mereka. Budaya tersebut kemudian dikenal luas oleh masyarakat Prancis, memberikan warna baru dalam dunia multikultural Prancis.


Nah, ingin tahu lebih dekat tentang produk budaya tersebut? Soyez calmes, et n'oubliez pas de venir à FestiFrance 2013!

Minggu, 30 Juni 2013

Lomba Desain Kaos Panitia FestiFrance 2013



Salut!

FF 2013 mengajak teman-teman UI yang hobi desain untuk berpartisipasi dalam pembuatan kaos FF tahun ini!

Ketentuan Umum:
1.     Kirimkan desain karya kamu ke DesainFestifrance2013@gmail.com dengan subject ‘Lomba desain FF13’ (cantumkan nama, nomor telepon, dan jurusan)
2.     Waktu pengiriman hingga 31 Agustus 2013.
3.     Peserta dipersilahkan mengirimkan desain sebanyak - banyaknya.
4.     Kriteria penilaian ditentukan oleh panitia Festifrance 2013. Pengumuman pemenang akan diberitahukan pada 4 September 2013 melalui akun social media FF 2013.
6.     Pemenang akan mendapatkan hadiah sebesar Rp.300.000 dan karyanya akan digunakan untuk desain kaos panitia FF 2013.
7.     Desain yang dikirimkan harus milik sendiri dan belum pernah diikutkan pada perlombaan sejenis
8.     Karya yang sudah diterima menjadi hak milik panitia sepenuhnya.

Ketentuan Desain:
  1. Tema Desain : Banlieue de Paris (pinggiran kota Paris)
  2. Peserta diwajibkan mengirim file asli berformat psd/ai/pdf high resolution, minimal 500kb.
  3. Besaran desain kaos A4 dan A3.
  4. Tidak menerima dalam format jpg.

Untuk info lebih lanjut:

Dea     0813 1915 2767
Caca   0888 0112 5927

La Culture Qui Vient De Banlieue

Masih ingat dengan keseruan acara FestiFrance tahun lalu? Tahun ini, FestiFrance kembali lagi!

Setelah sebelumnya sukses dengan tema Dans Quelle Couleur que Aimeriez-Vous? dan La Machine du Temps, FestiFrance 2013 kembali hadir dengan tema: La Culture Qui Vient de Banlieue (Budaya yang Lahir dari Banlieue).

Banyak yang beranggapan bahwa ‘banlieue’ yang berarti daerah pinggiran di Prancis ini identik dengan konotasi negatif, seperti misalnya kekerasan, keterasingan, dan juga liar. Namun, ternyata banyak lho hal positif seperti produk budaya, misalnya, yang lahir dari mereka. Sebut saja musik rap dan musik raï yang banyak digandrungi anak muda.

Nah, makanya melalui acara ini, FF 2013 mengajak masyarakat Indonesia untuk mengenal dan mengapresiasi berbagai produk budaya yang berasal dari daerah-daerah banlieue di Prancis, seperti misalnya mode, musik, tarian, dan juga film.

Jadi, tunggu apa lagi? Jelajahi produk budaya banlieue dari Prancis bersama FestiFrance 2013: La Culture Qui Vient De Banlieue!

PROCHAINEMENT: FESTIFRANCE 2013



FestiFrance est revenu!

Decouvrez le charme culturel de banlieue sur

FestiFrance 2013!

Twitter       : @FestiFrance2013
FB             : Festi France
Narahubung: Caya 0821 1138 8996

Minggu, 25 November 2012

Fashion Show FestiFrance 2012


Acara Fashion show (Defilé de mode) dibuka oleh dua MC dari mahasiswa Prodi Prancis, yaitu Dede dan Ara. Acara pertama dibuka dengan penampilan dari jazz dance. Grup ini menampilkan tari balet kontemporer yang diringi oleh musik yang cukup upbeat. Penampilan ini memukau para penonton yang telah memenuhi audit gedung IX FIB UI pada sore itu. Acara fashion show yang menampilkan produk-produk fashion dari brand-brand Indonesia dan Prancis ini merupakan salah satu pertunjukan yang paling diminati dan ditunggu-tunggu oleh penonton.
Sebagai pembuka fashion show, tujuh  model cantik keluar dengan memeragakan produk-produk fashion karya dari Macaroons Closet, Kalung Drupadi, dan Kloom. Penampilan para model ini sangat memesona. Jika pada peragaan busana pertama menampilkan tujuh model cantik, pada peragaan busana kedua menampilkan produk-produk Brodo, Esre, dan Jack Hammer yang dipakai oleh tujuh model pria. Penampilan model-model pria ini cukup membuat para pengunjung perempuan histeris. Peragaan busana ketiga menampilkan karya dari desainer Prancis, Dominique Aubry, yang didominasi oleh tema hitam, hijau tua, dan warna-warna gelap lainnya yang diperagakan oleh enam model cantik. Peragaan selanjutnya menampilkan koleksi dari Josephine Wangge yang mengusung tema be weird, be random, be who you are, dengan koleksi yang lebih “keras”. Peragaan busana FestiFrance 2012 ditutup oleh peragaan yang menampilkan koleksi dari RG Remigius. Pada rangkaian fashion show FestiFrance 2012 ini, terdapat penampilan dari Hip Hop Dance dan ditutup oleh pertunjukan pantomim yang mengundang gelak tawa penonton yang memenuhi Audit Gedung IX FIB UI.

Seminar Mode Kain Tradisional Menuju Trend Dunia


Seminar mode kedua dengan judul Kain Tradisional Menuju Trend Internasional ini diberikan oleh perancang busana ternama Indonesia, Ghea Panggabean, dan dimoderatori oleh Akila Suryatin. Ghea Panggabean membuka presentasinya dengan memngatakan bahwa seorang desainer haruslah mempunyai ciri khas atau identitas agar dapat dikenal secara luas. Sebagai seorang desainer, Ghea Panggabean terkenal akan ciri khasnya dalam membuat busana yang berasal dari kain tradisional Indonesia.  Semua karyanya yang mempunyai style yang modern terinspirasi dari kain-kain tradisional Indonesia. Kecintaannya terhadap benda-benda heritage peninggalan nenek moyang, terutama pakaian-pakaian antik seperti kebaya kuno, atau perhiasan-perhiasan antik, menjadi inspirasinya dalam membuat suatu karya. Sejak lama, ia mulai suka mengoleksi barang-barang heritage antik. Barang-barang kuno tersebut kemudian ia terjemahkan dalam bentuk yang lebih modern yang sesuai dengan trend yang sedang berlaku. Baginya, sebuah benda seperti kain dan perhiasan yang ia buat harus lah mempunyai cerita dibaliknya. Selain itu, kesenangan Ghea mengoleksi benda-benda kuno dan kemudian di-recreate tidak lain adalah untuk melestarikan kain tradisional Indonesia yang kaya motif.
Namun, tidak mudah bagi Ghea untuk me-recreate kain-kain kuno yang bahan dan motifnya sangat kompleks, karena ditenun secara tradisional dan hand-made. Untuk melestarikan kain-kain tersebut, Ghea membuat suatu replika dari kain-kain tradisional tersebut dengan bahan yang lebih modern dan mudah dibuat seperti bahan chifon dan dikreasikan kembali menjadi suatu mode namun dengan motif yang sama. Alasan lain dibuatnya replika tersebut adalah karena kain-kain tradisional Indonesia yang ditenun dengan alat tenun bukan mesin tersebut harganya sangat mahal hingga jutaan rupiah sehingga sangat jarang yang dapat membelinya.
Ghea Panggabean telah melanglang buana ke seluruh dunia dengan kainnya. Ia pernah diundang oleh Prince of Edinburgh, suami dari ratu Inggris, ratu Elizabeth II. Kepergiannya ke berbagai tempat di dunia ini selain untuk mempromosikan karya-karyanya, tetapi juga sekaligus untuk mempromosikan betapa indah dan kayanya Indonesia melalui kain-kain tradisional. Desainer yang dapat berbicara bahasa Prancis ini mengatakan bahwa jika ingin berkecimpung di dunia mode, maka mau tidak mau harus dapat menggunakan bahasa Prancis sebagai negara pusat mode dunia.
Ia menutup presentasinya dengan mengatakan bahwa, sebuah karya, terutama kain-kain yang dibuatnya, it has to tell the history of our tradition.

Seminar Mode Le Cycle de Mode


Seminar Mode
Acara seminar mode yang berlangsung di Audit gedung IX FIB UI ini dimoderatori oleh Mbak Deka, dosen Prodi Prancis. Seminar ini mempunyai tema Le cycle de mode yang membicarakan tentang siklus mode dari masa ke masa sesuai dengan tema FestiFrance 2012 kali ini, yaitu Mesin Waktu. Seminar dibuka dengan presentasi yang dibawakan oleh Ichwan Thoha, yang merupakan salah satu desainer kenamaan Indonesia, membawakan presentasi tersebut secara santai dan menghibur, sehingga ruangan tersebut dipenuhi gelak tawa para peserta yang haus pengetahuan akan mode, yang memenuhi ruangan besar tersebut.
Seminar kedua diberikan oleh Bellina, Fashion Editor majalah Harper’s Bazaar Indonesia. Perempuan muda yang sangat memesona ini membawakan presentasi dengan judul “Implementasi Perputaran Mode dalam Editorial”. Ia menceritakan bagaimana suatu mode mengalami perputaran dari waktu ke waktu (siklus mode). Perputaran mode tersebut memberikan inspirasi pada dirinya dalam membuat suatu artikel (editorial) tentang mode. Ia menambahkan bahwa dalam menulis sebuah artikel, seorang penulis harus melakukan research secara mendalam agar tulisan yang disuguhkan tidak hanya bernilai indah, tetapi juga memberikan pengetahuan kepada para pembaca. Mata seorang penulis harus jeli dalam melihat detail dari sebuah siklus mode.
Pembicara ketiga adalah seorang desainer asal Prancis, yaitu madame Dominique Aubry. Ia mengibaratkan manusia sebagai sebuah komputer besar yang menjadi gudang informasi.
Ia melihat mode sebagai sebuah industri dan memiliki hubungan yang erat dengan dunia bisnis, terutama bisnis mode. Baginya, dunia mode memang sangat menarik, namun tidak dapat dipungkiri bahwa pada akhirnya hal itu tidak terlepas dari dunia bisnis, uang selalu menjadi tujuan akhir dari para desainer untuk mempertahankan dunia mode tersebut untuk tetap bertahan dan hidup dalam masyarakat. Ia mengambil contoh dari hidup seorang desainer kenamaan dunia asal Prancis, Chanel. Chanel  pernah mengalami kebangkrutan dalam usahanya untuk membangun bisnis mode yang dijalankannya. Namun, kemudian ia mampu untuk kembali bangkit. Chanel memang desainer besar dan terkenal, namun dia juga mengalami kesulitan hidup, dia memang pemikir ulung, dan pada saat itu ia  memerlukan banyak uang untuk menciptakan karya-karyanya. Ia bahkan sempat berhenti dalam dunia mode, karena kekurangan uang dan harus bergantung kepada teman prianya. Hal tersebut merupakan contoh bahwa dunia mode itu tidak terlepas dari dunia bisnis. Chanel merupakan inspirasi dari masa lalu saat ini.
Ketiga presentator tersebut melihat dunia mode dari sisi yang berbeda namun tetap mempunyai hubungan yang erat, yaitu Ichwan Thoha sebagai desainer melihat mode dari sisi seorang creator, Bellina sebagai seorang jurnalis mode melihat fashion sebagai sumper inspirasi untuk menulis sebuah artikel, dan Dominique Aubry  melihatnya dari sisi bisnis, bagaimana sebuah mode mendapatkan finansial yang cukup untuk dapat tetap bertahan dari waktu ke waktu.

Seminar Michelin


Acara hari ketiga ini, yang merupakan puncak acara FestiFrance 2012, dibuka dengan seminar bersama Michelin, yang merupakan salah satu perusahaan besar di dunia yang berasal dari Prancis dan berinvestasi di Indonesia.  yang diwakilkan oleh ibu Nora Guitet sebagai Public Affairs  Michelin Indonesia. Tema yang diangkat pada seminar kali ini adalah “Cuilez votre jeunesse, atenez votre avenir”. Seminar memotivasi anak muda untuk memanfaatkan masa muda (tidak menyia-nyiakan masa muda), demi meraih masa depan (tua) yang lebih baik. Acara ini dimoderatori oleh saudara Muni.
Ibu Nora (Spokes Person Michelin) membuka seminar dengan menceritakan tentang bagaimana ia dapat bergabung dengan Michelin. Ibu Nora sering menjadi pembicara untuk memotivasi anak-anak muda Indonesia, terutama para pelajar yang akan berangkat ke Prancis. Ibu Nora bercerita bahwa buku merupakan hal yang penting dalam hidupnya. Sewaktu kecil, jika anak-anak kecil lainnya lebih senang dengan hadiah-hadiah mainan dan semacamnya ketika natal, maka ia lebih senang mendapat hadiah buku, semakin tebal bukunya, semakin senang pula ia, “Kehausan saya akan buku, semakin mengembangkan daya pikir dan daya imajinasi saya, et c’est très bien pour vous commencer à lire ” tuturnya. Melalui buku, ia dapat bermimpi tentang bagaiman dunia luar, dunia di luar Indonesia, Amerika, Eropa, yang belum pernah ia kunjungi. Suatu saat ketika membaca sebuh buka, ia berujar “Un jour je vais aller dans cette ville, cet endroit, sur la palce, ou etait cette fille (suatu saat saya akan pergi dan melihat di mana gadis di dalam buku yang saya baca), di mana banyak burung, yang tidak pernah terjadi di Indonesia, dan tidak tahu bagaimana, suatu hari saya memutuskan untuk pergi ke luar negeri, saya ingin melihat dunia di luar indonesia.

Kata-kata terkenal dari Marthin Luther King “ I have a dream” merupakan kata yang juga menjadi falsafah hidup ibu Nora. Mimpi-mimpinya membuat ia bersemangat untuk terus berusaha mencapai apa yang ia impikan dengan usaha dan kerja keras. Ibu Nora mengatakan kepada para peserta seminar yang datang ke Audit gedung IV FIB UI hari itu dengan kata-kata “you’re lucky that you are in one of the best school in Indonesia, but... Best school doesn’t mean best student”. Ia berkata bahwa kita harus memanfaatkan segala hal yang kita punya saat ini untuk mengejar mimpi kita, dan yang paling penting adalah bagaimana individunya, sebesar apa usahanya untuk mengejar mimpi dan menjadi pribadi yang terbaik. Ibu Nora menutup seminar dengan kalimat yang sangat memotivasi para peserta seminar “Saya ingin kalian sama seperti saya, not exactly the same, but you have to chase your dream” ujarnya.

Rabu, 21 November 2012

Rundown Hari ke-3 FestiFrance2012


IKABSIS & 60 Tahun Program Studi Prancis Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia vous présentent 

FestiFrance2012
20-22 November 2012 à FIB UI

3e Jour (Hari ke-3)
Le dernier jour!
Kamis 22 November 2012

1. 11.30-12.30 Talkshow bersama Michelin "Cueillez votre jeunesse, ateignez votre avenir". Pembicara : Nora Guitet

2. 12.00-14.00 Seminar Mode* sesi 1 dgn tema "Le Cycle de la Mode". Pembicara : Ichwan Thoha (desainer Indonesia), Belina Ramadina (Harper's Bazaar), Dominique Aubry (desainer Prancis)

3. 14.30-16.00 Seminar Mode* sesi 2 dgn tema "Kain Tradisional Menuju Trend Mode International" oleh Ghea Panggabean dan Nanu Gastelle

*Pendaftaran seminar hubungi Tya 081298944138. Seminar terbuka untuk umum! Tout est gratuit / Semua gratis! Ne pensez pas trop, Inscrivez-vous VITE et soyez parmi les premiers! 50 pendaftar pertama akan mendapatkan sertifikat & Goodie bag lho :D 

4. 16.10-18.00 Spectacles: pantomim, accordeon, jazz dance, hip hop dance, fashion show menampilkan koleksi para desainer nasional dan internasional. 

5. 18.30-22.00 Band performances: Fonetics, Gerigi, Melting Pot, 1st Impressions, Saphira Singgih dan Kelompok Penerbang Roket, Mata jiwa serta Sir Dandy!

Info lebih lanjut:
N'oubliez pas de suivre twitter : @FestiFrance2012 @60thPrancisUI 
Festifrance.blogspot.com
CP: Desi 08567175414 atau Dede 081294166340

Concours de FestiFrance2012 antar SMA se-Jabodetabek


Concours de FestiFrance 2012 antar SMA

FestiFrance 2012 mengadakan Concours de FestiFrance yakni Lomba Presentasi Kebudayaan Prancis dan Lomba Cepat Tepat Bahasa Prancis. Kompetisi ini diadakan pada hari kedua festival, Rabu 21 November 2012 dan diikuti oleh adik-adik SMA se-Jabodetabek. Di pagi hari kegiatan dimulai dengan Lomba Presentasi. Para peserta menampilkan kebudayaan Prancis dan mempresentasikannya dalam bahasa Prancis. Juri kompetisi ini terdiri atas perwakilan IKABSIS FIB UI Fiqri Hidayat, dosen Prodi Prancis FIB UI Ibu Airin Miranda, dan perwakilan dari Asnophi Bapak Philippe Guitet. Lomba ini diadakan di Auditorium Gedung 1 FIB UI. Lomba presentasi ini dimenangkan oleh SMK Angkasa 2 Halim Perdana Kusuma sebagai juara 1, juara 2 diraih oleh SMAN 3 Bogor dan juara 3 dimenangkan oleh SMAN 81 Jakarta.

Kompetisi berikutnya yakni Lomba Cepat Tepat di Auditorium Gedung 4 Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Para peserta terdiri dari 11 grup yang berasal dari 7 SMAN dan SMK Se-jabotabek. Juri dalam lomba ini merupakan dosen-dosen dari Program Studi Prancis yakni Ibu Nathalie Pandoyo, Ibu Ari Anggari Harapan, dan Ibu Rahayu Surtiati Hidayat. Kompetisi ini terdiri dari 3 babak, yaitu babak penyisihan, babak semifinal dan babak final. Pemenang dari lomba ini terdiri dari 3 juara. Juara 3 dimenangkan oleh Khalid, Fajar,dan Tenny dari SMAN 2 Cibinong. Sementara, juara 2 diraih oleh tim Lupita, Syefira, dan Dessy dari SMAN 81 Jakarta. Pemenang pertama dalam lomba ini adalah tim  Ghasani, Vika, dan Andin yang berasal dari SMAN 3 Bogor.

Félicitation pour les champions Concours de FestiFrance2012!!!

Seminar Fotografi Recueillez le moment bersama Tirto Andayanto dan HAfidz Novalsyah

Hari ini, Rabu, 21 Nov 2012, Hafid Novalsyah memulai presentasi pertamanya dengan menjelaskan bagaimana perbedaan foto yang diambil secara terencana dengan yang tidak. Intinya sama, foto yang dihasilkan dari kedua cara tersebut tetap saja memiliki makna sebagai saksi perubahan momen. Foto yang bagus ialah foto yang bisa bercerita. Objek yang ada di dalam foto berubah fungsinya menjadi subjek. Hafidz juga memberikan beberapa tips dan trik untuk memburu foto yang bagus. Salah satunya adalah persiapan yang matang; tidak hanya perihal teknis kamera dan kartu memori tetapi juga persiapan mengenai konsep seperti apa yang diinginkan. Setiap orang pasti memiliki foto favorit, harap diperhatikan dengan mengingatnya dengan baik (visual), jangan sampai memotret hal yang sama dengan yang sudah ada. Lebih baik mengambil foto dengan gambar yang belum pernah dilihat sebelumnya. Ambillah gambar yang menampilkan momen yang langka. Baginya, foto itu representasi diri yang berkembang seiring perjalanan.
Senada dengan Hafidz, Tirto juga menganggap foto sebagai mesin waktu, yakni proses menangkap momen puncak dari sepersekian momen yang berlangsung. Beliau juga memberikan beberapa tips dan trik menarik untuk memotret yang bagus. Pertama tentukan tema yang kita inginkan kemudian sama seperti seorang wartawan tentukan 5w 1 h agar mendapatkan konsep yang cemerlang. Kamera poket atau kamera handphone tidak masalah yang penting kenalilah sejauh mana kualitas kamera yang dimiliki. Jangan lupa kartu memori yang digunakan. Menggunakan kualitas yang paling bagus sangat disarankan, apalagi bila perjalanan yang telah dilakukan memang untuk mengambil foto. Sekali-kali cetaklah foto yang telah kita ambil, tidak apa-apa mengeluarkan sedikit uang untuk mengetahui seberapa bagus kualitas gambar yang telah kita ambil. " Saya pernah mencetak foto yang pernah saya ambil selebar 1x2m", akunya.
Dengan mencetak foto atau mendokumentasikan foto otomatis kita telah melakukan pendokumentasian momen.

Demo Masak dan Seminar Gastronomi bersama chef Isaura Theonardy

Bonjour,,,,

Acara demo masak dan seminar gastronomi bersama chef Isaura Theonardy dari Is_Caketory dimulai pada pukul 12.00. Pada siang yang terik ini, chef Isaura membuat dua menu masakan Prancis yaitu Tarte aux Pommes dan Charlotte a la mangue. Acara yang diadakan di Plaza Gedung IX FIB UI ini dipandu oleh dua MC yang juga sangat mahfum dalam dunia kuliner, yaitu mademoiselle Beppy Mazurra dan De Yogi Kosalania, berlangsung sangat meriah dengan penonton yang membludak. Chef lulusan dari sekolah pastry di Prancis ini banyak membagikan rahasia-rahasia tentang makanan Prancis yang terkenal akan kelezatannya. Salah satu rahasianya adalah makanan Prancis banyak menggunakan mentega untuk berbagai pastry-nya. Kemudian Isaura juga menunjukkan teknik mengocok telur yang baik agar mengembang dan tidak jatuh. Sementara memasak, diadakan sesi diskusi dan tanya jawab bersama Isaura. Acara ditutup dengan food tasting. Pada sesi ini, penonton dapat mencicipi makanan yang telah dibuat oleh Isaura. délicieux. Bon appetit :)

Review film Je vais bien, ne t'en fais pas karya Philippe Lioret

Bonjour tout le monde,

Pada hari ini, Rabu 21 November 2012, FestiFrance 2012 memasuki hari ke dua. Pada hari ini, rangkaian acara terdiri dari pemutaran film, demo masak dan seminar gastronomi, Concours untuk para pelajar SMA,seminar fotografi, dan terakhir penguman lomba-lomba, termasuk lomba untuk pelajar SMA dan lomba fotografi.


Acara hari ini dimulai pada pukul 09:00 dibuka oleh dua MC ternama FIB, saudari Marsha Cipta Rizky dan Bagja Mahardi, dengan pemutaran film Je vais bien, ne t'en fais pas (Don't worry i'm fine) karya Philippe Lioret. Film Prancis ini bercerita tentang seorang remaja bernama Lili, 19 tahun, yang pergi berlibur. Ketika ia pulang, ada yang berubah dari kehidupan di rumahnya. Saudara kembarnya sudah tidak lagi berada di rumah orang tuanya. Kedua orang tua Lili mengatakan bahwa saudaranya tersebut telah pergi meninggalkan rumah karena terlibat perseteruan dengan ayahnya. Namun, Lili merasa ada kejanggalan dengan kejadian tersebut, ia berusaha untuk terus menemukan saudara laki-lakinya. Film yang diperankan oleh Melanie Laurent sebagai Lili dan Kad Merad sebagai ayah Lili, menceritakan tentang problema keluarga, bagaimana hubungan antara orang tua dan anak yang tidak selalu baik, namun bagaimana pun orang tua tetap menyayangi anak-anaknya.

Selasa, 20 November 2012

Review FestiFrance 2012 hari pertama

Hari pertama penyelenggaraan FestiFrance 2012 telah berkhir dengan segala kemeriahan dan keseruannya. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, "Festi France 2012: Revivons le passé accélérons vers le futur!" adalah festival Prancis yang diselenggarakan oleh Program Studi Sastra Prancis UI untuk kedua kalinya dan tahun ini sekaligus menjadi rangkaian peringatan 60 tahun Sastra Prancis Universitas Indonesia sebagai rangkaian dari perayaan 60 tahun Sastra Prancis UI. Dengan mengangkat tema mesin waktu, FestiFrance menjanjikan suatu penjelajahan melintasi masa melalui kapsul waktu sekaligus menikmati berbagai acara menarik khas Prancis. Tema ini akan langsung terasa begitu Anda memasuki Fakultas Ilmu Pengetahuan Ilmu Budaya. Dekorasi kapsul waktu terlihat di pintu masuk gedung 9 dan begitu memasuki auditorium, lorong waktu akan menghantarkan Anda menuju panggung tempat berlangsungnya segala keseruan FestiFrance 2012.


Acara yang berlangsung selama empat hari ini resmi dibuka pada Selasa, 20 November 2012, oleh ketua pelaksana Peringatan 60 tahun prodi Prancis, Monsieur Djoko Marihandono. Lalu kemeriahan mulai terasa ketika sekelompok mahasiswi Prancis muncul membawakan tarian Cancan, sebuah tarian khas Eropa yang lazim dibawakan setiap ada penyelenggaraan festival, dan dilanjutkan dengan flashmob yang menambah semangat di ruangan tersebut.

Acara selanjutnya diisi dengan talkshow bertema "Peluang dan Tantangan Studi Prancis di Indonesia" dengan pembicara Bimo Sasongko dari Euro Management, Arif Tritura dari Total Indonesia, serta Rahardhyani Primarista Putri, mahasiswa berprestasi FIB 2012 . Dalam bincang-bincang santai ini, ketiga pembicara masing-masing memaparkan pendapat mereka soal pendidikan tinggi sastra Prancis dan prospek yang dijanjikan setelah lulus dari program studi tersebut. Pembahasan ini terasa sangat penting karna faktanya saat ini pilihan untuk mengambil studi Prancis masih dilihat sebelah mata oleh masyarakat umum. Padahal setelah mendengarkan perbincangan ini, dan didukung argumen dari beberapa dosen pengajar bahasa Prancis, baik dosen UI maupun dosen UNJ, ternyata pendidikan humaniora seperti yang dipelajari di Sastra Prancis menjanjikan beribu kesempatan di kemudian hari.

Sebagai penutup kehebohan di hari pertama, pemutaran film Prancis berjudul "La Règle du Jeu (The Rules of The Games)" karya Jean Renoir yang dilanjutkan dengan diskusi bersama John de Rantau (Sutradara Film Denias) dan Ade Kusumaningrum, publisis kenamaan Indonesia, benar-benar semakin menguatkan tema "Perjalanan Waktu". Film hitam putih yang diproduksi tahun 1939 ini menampilkan kebudayaan dan ciri khas Prancis secara unik, terlebih lagi karena film ini merupakan salah satu film besar yang pernah dimiliki oleh Prancis.Sesuai dengan hasil dari seminar yang bertemakan L’infinité du temps: l’esthétique et la nostalgie du passé dans le film, banyak sutradara-sutradara film dunia terinspirasi dari film-film Prancis. termasuk sutradara film Indonesia. Tak heran mereka yang mempelajari film, mau tidak mau juga harus mempelajari film Prancis

Mesin waktu hari pertama telah beroperasi dengan baik, dan masih akan bergerak selama dua hari ke depan untuk membawa kalian menjelajahi Prancis dari masa ke masa! ...
Jangan lupa datang. Masih banyak acara yang seru dan heboh yang kami suguhkan untuk kalian semuan.
Info lebih lanjut, follow akun twitter @FestiFrance2012
atau
Desiana Maryam (08567175414)
De Yogi Kosalania (081294166340)

Minggu, 18 November 2012

Refleksi 60 Tahun Prodi Prancis FIB UI

Enam puluh tahun silam, kami lahir membawa idealisme untuk mendidik manusia Indonesia yang berkarakter, tangguh, berwawasan luas, dan memiliki visi untuk membangun bangsa. Enam puluh tahun yang lalu, kami menebar asa untuk turut membesarkan Universitas Indonesia sebagai garda terdepan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia. Dan hari ini, keinginan untuk terus berjuang itu semakin menyala-nyala, tak lekang oleh terpaan hujan dan badai yang datang silih berganti. Kami hanya ingin berbuat yang terbaik bagi keluarga besar kami, fakultas, universitas, dan tentu saja bangsa ini.

Enam puluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Melalui studi-studi tentang bahasa, sastra, linguistik, sejarah, filsafat, dan kebudayaan Prancis, kami ingin membangun manusia Indonesia yang berwawasan luas, seperti halnya program-program studi lain di lingkungan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI). Kesinambungan dan pengembangan keilmuan selalu dilakukan agar dapat terus memberikan yang terbaik bagi para pemangku kepentingan. Kami percaya, manusia Indonesia dapat setara dan berdiri sejajar dengan bangsa lain di dunia bila kita juga mengetahui dan memahami kebudayaan bangsa lain. Terjadi kesepahaman dan kesetaraan dalam hubungan antarbangsa. Heterogenitas program studi di FIB UI adalah sebuah anugerah yang tak ternilai. Kajian dan kontribusi internalisasi pemikiran yang berasal dari kebudayaan global sesungguhnya merupakan energi positif yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa. Dan keberagaman adalah refleksi dari kehidupan itu sendiri. Tak ada yang harus disatukan dan tak ada pula yang harus dipisahkan. Alamiah sifatnya. Kami hanya ingin berperan sesuai nilai dan koridor yang kami pahami benar.

Enam puluh tahun adalah usia yang sangat dewasa bila tak ingin dikatakan tua. Kedewasaan ini kami peroleh melalui proses panjang dan susah payah. Peringatan 60 tahun Program Studi Prancis FIB UI pada hakekatnya adalah upaya untuk berkontemplasi dan merefleksi diri atas semua yang telah kami lakukan. Seremoni adalah bagian kecil. Hal terpenting adalah kami ingin mengenang jasa-jasa para pendahulu dan guru-guru yang telah mendidik kami menjadi manusia yang seutuhnya. Manusia yang mampu menghargai dan memanusiakan manusia lainnya. Kami ingin terus belajar untuk menghargai kehidupan itu sendiri. Kami ingin membawa kehangatan sebagai sebuah keluarga besar yang paham tentang arti kebersamaan dan kekeluargaan melalui Reuni Akbar Program Studi Prancis 2012 dan acara-acara lainnya. Saatnya bagi kami untuk merapatkan barisan agar dapat memberikan yang terbaik bagi kampus tercinta.

Enam puluh tahun ke depan dan bertahun-tahun kemudian adalah ujian dan tantangan berat yang harus dihadapi. Adalah sebuah kehormatan untuk meneruskan cita-cita dan perjuangan guru-guru kami. Kami ingin terus hadir untuk membangun manusia dan bangsa Indonesia melalui segenap potensi yang kami miliki bersama seluruh sivitas akademika FIB UI. Kebersamaan yang telah kami lakukan selama puluhan tahun. Akhir kata, melalui “Peringatan 60 Tahun Program Studi Prancis FIB UI”, kami ingin melanjutkan kebanggaan yang telah terukir sejak enam puluh tahun silam. Kami ingin terus menorehkan tinta emas dalam sejarah panjang perjalanan Program Studi Prancis di kampus FIB UI tercinta. Semoga.


Panitia Pelaksana
Peringatan 60 Tahun Program Studi Prancis FIB UI

SIE HUMAS


Catatan:
Artikel ini kami persembahkan untuk rekan-rekan seperjuangan dan para pengajar yang telah pergi meninggalkan berjuta kenangan indah bagi keluarga besar Program Studi Prancis FIB UI. Teriring doa kami yang tulus dan salam rindu kepada:
(Alm) Bapak J. Kadjat Hartojo
(Alm) Ibu Nurul K. S. Oetomo
(Alm) Ibu Edlina H. Eddin
(Alm) Bapak Theo Polii
(Alm) Bapak Syahril Nursal